Lamongan - Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB) yang diselenggarakan pada Selasa, 24 Juni 2025, di Kecamatan Lumpur, Kab. Gresik, Jawa Timur. Kegiatan ini dipandu oleh moderator Ahmad Sudirjono, S.Pi., dan menghadirkan dua narasumber utama dari instansi perikanan.
Kegiatan dibuka oleh Dudung Daenuri, Kepala Satuan Kerja BP2MHKP Surabaya 2. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa proses pengambilan sertifikat CPIB kini menjadi lebih mudah dan cepat. Ia juga menegaskan komitmen instansi untuk memberikan pendampingan serta dukungan penuh kepada para pelaku usaha perikanan dalam penerapan standar CPIB.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Anita Fitriana, Ketua Tim Kerja Operasional Pelabuhan @ppnbrondong . Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya implementasi CPIB sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hasil perikanan dan menjaga keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan.
Bimbingan teknis ini menghadirkan dua materi utama. Materi pertama disampaikan oleh Fara Balqisyah, seorang pembina mutu, dengan topik "Personal Hygiene dan Kemunduran Mutu Perikanan". Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya kebersihan pribadi dalam menjaga mutu ikan, serta faktor-faktor penyebab kemunduran mutu hasil perikanan.
Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Ari Susanto, Pembina Mutu dari PPN Brondong, dengan judul "Cara Penanganan Ikan yang Baik dan Penilaian CPIB". Ia memberikan panduan teknis mengenai standar penanganan ikan serta menjelaskan indikator dan prosedur penilaian dalam program CPIB.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat memahami pentingnya penanganan ikan yang baik dan menerapkannya dalam aktivitas usaha perikanan mereka, sekaligus mendorong peningkatan kualitas produk perikanan nasional.