Lamongan - Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam kegiatan “Ngopi Bareng Nelayan” yang digelar oleh Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong. Kegiatan ini menjadi ajang diskusi terbuka antara petugas pelabuhan dan para nelayan, membahas isu-isu penting seputar perizinan kapal serta penertiban kapal rusak yang tidak lagi beroperasi.
Dengan pendekatan informal namun bermuatan serius, kegiatan ini bertujuan menjembatani komunikasi dua arah antara pihak pelabuhan dan pelaku usaha perikanan. Para nelayan diberi ruang untuk menyampaikan keluhan, pertanyaan, maupun masukan terkait proses perizinan kapal yang sering dianggap rumit dan memerlukan penyederhanaan.
Selain itu, salah satu topik utama yang dibahas adalah rencana penertiban terhadap kapal-kapal rusak atau tidak aktif yang masih bersandar di kawasan pelabuhan. Keberadaan kapal-kapal ini dinilai mengganggu estetika dan fungsi ruang dermaga, serta berpotensi menimbulkan bahaya keselamatan pelayaran.
“Kami ingin kebijakan tidak hanya disosialisasikan satu arah, tetapi juga menjadi hasil dari dialog bersama. Ngopi bareng seperti ini kami nilai sebagai cara yang efektif untuk membangun pemahaman dan solusi bersama,” ujar salah satu pejabat pelabuhan yang hadir dalam diskusi.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para nelayan. Selain mempererat hubungan antara pelabuhan dan masyarakat nelayan, forum ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pelayanan yang lebih responsif dan berpihak pada kebutuhan riil di lapangan.