BRONDONG – Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong terus menunjukkan performa positif dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan program Ekonomi Biru. Berdasarkan laporan produksi periode 29 April hingga 5 Mei 2026, volume produksi perikanan tangkap tercatat mencapai 1,1 Ton dengan estimasi nilai produksi yang sangat signifikan, yakni Rp 16 Miliar.Dominasi Hasil TangkapanHasil laut pada periode ini didominasi oleh empat komoditas utama, dengan Ikan Kurisi menempati urutan tertinggi:Ikan Kurisi: 453.522 KgIkan Swanggi: 359.876 KgIkan Biji Nangka: 58.283 KgCumi-Cumi: 8.141 KgKesibukan di dermaga tercermin dari tingginya aktivitas kapal yang melaut. Tercatat sebanyak 101 kapal Jaring Tarik Berkantong (JTB) beroperasi, diikuti oleh 38 kapal Rawai dan 17 kapal Pancing. Sementara itu, untuk aktivitas pasca produksi, terdapat 55 kapal yang melakukan bongkar muatan dengan total volume mencapai 558 Ton.Capaian ini memperkuat posisi PPN Brondong sebagai salah satu pusat pendaratan ikan strategis di Jawa Timur yang berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi sektor kelautan dan perikanan menuju Indonesia Emas 2045.